Memilih Pemimpin Memilih Masa Depan


Memilih Pemimpin Memilih Masa Depan

Antara Pengorbanan Rakyat dan Kelakuan Pemimpin

Oleh :  Mahrudin  Suluwetang, S.Ag

 

 

اَلسَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ

اَللهُ اَكْبَرْكَبِيْرًا، وَالْحَمْدُلله ِكَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَاَصِيْلاَ

لآاِلَهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهْ، وَنَصَرَعَبْدَهْ، وَاَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلاَحْزَابَ َحْدَهْ

لآاِلَهَ اِلاَّ الله وَلاَ نَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهْ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْن

لآاِلَهَ اِلاَّ الله ُوَالله ُاَكْبَرْاَلله ُاَكْبَرْ وَلله ِالْحَمْد

نَحْمَدُالله حَقَّ حَمْدَهْ، وَنَشْكُرُهُ حَقَّ شُكْرَهْ

اَشْهَدُاَنْ لآ اِلَهَ اِلاَّالله ُوَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهْ

وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهْ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهْ

فَيَاعِبَادَالله، اُصِيْكُمْ وَاِيَّايَ نَفْسِيْ بِتَقْوَالله وَطَاعَتِهْ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumulllah.

Pada hari yang penuh berkah ini, kita bersyukur kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat, anugerah, dan karunia sehingga kita bisa menjalankan tugas sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini dengan baik. Dari lubuk hati yang dalam, kita harus benar-benar menginsafi bahwa tanpa limpahan rahmat-Nya, mustahil kita melanjutkan kehidupan, apalagi menunaikan tugas-tugas yang telah dibebankan.Dan janganlah kita menjadi makhluk yang kufur nikmat, karena sesungguhnya jika kita menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kita menghitungnya.

Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw. yang telah menuntun umat manusia ke jalan yang benar sesuai syariat Islam. Dialah pendidik sejati yang menanamkan ruh iman ke dalam dada sahabat-sahabatnya, sehingga mereka menjadi sosok yang bisa memposisikan jiwa dan harta sesuai kehendak Ilahi.Dalam perjalanan sejarah, kita saksikan betapa mereka rela, bahkan berlomba untuk mengorbankan harta dan jiwanya demi meraih ridha Allah Swt.

Setiap tanggal 10 Dzul Hijjah, seluruh kaum Muslimin di dunia merayakan Idul Adha yang juga lazim disebut Idul Qurban.Ibadah ini sejatinya merupakan sarana untuk mengenang kisah heroik yang dipertontonkan dua anak manusia di pentas sejarah kehidupan yang sulit ditemui padanannya.Yaitu, Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail as.Kita semua sudah tahu rangkaian peristiwa yang dialami oleh kedua nabiyullah tersebut. Sejak dari keinginan Ibrahim untuk memiliki keturunan di usia senja, hingga kesediannya untuk menyembelih Ismail, putra kesayangannya.

 

Download materi khutbah lengkap disini

Khutbah Iedul Adha 1434 H

BAB 1 Ruang Lingkup Biologi


Kompetensi Dasar

3.1 Memahami tentang ruang lingkup biologi (permasalahan pada berbagai obyek biologi dan tingkat organisasi kehidupan), metode ilmiah, dan  prinsip keselamatan kerja berdasarkan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari.

4.1 Mengolah data tentang objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan sesuai dengan metode ilmiah dan menyajikannya dalam bentuk laporan tertulis.

 

Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah biologi diambil dari bahasa Belanda biologie, yang juga diturunkan dari gabungan kata dalam bahasa Yunani, bios = hidup dan logos = ilmu.

Tingkat organisasi kehidupan

Tingkat organisasi kehidupan adalah susunan yang menyusun suatu makhluk hidup. Tingkat organisasi kehidupan tersusun atas:

Molekul

Molekul adalah bagian terkecil senyawa yang terbentuk dari kumpulan atom yang terkait secara kimiawi (karbohidrat, lemak, protein dan asam nukleat).

Sel

Sel adalah bagian terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup. Sel tersusun atas bagian utama yaitu membran sel, sitoplasma dan inti sel. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel sel yaitu:

  1. Mitokondria yang berfungsi untuk menghasilkan energi
  2. Ribosom yang berfungsi untuk mensintesis protein
  3. Sentriol berfungsi untuk pembelahan sel

Vakuola berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan

Download materi lengkap pada link di bawah ini :

BAB 1 Ruang Lingkup Biologi

Program Analisis Nilai Lengkap


Sahabat MAN yang budiman, kali ini saya akan membagikan salah satu program analisis nilai hasil kreasi teman kami di MAN Kalabahi. Program analisis ini dibuat untuk menjawab kebutuhan guru dalam melakukan analisis hasil belajar siswa sejak awal pertemuan hingga akhir nanti.

Kelebihan program analisis ini adalah guru dapat menganalisis 6 kelas secara bersamaan tanpa harus membuka dokumen baru dan program analisis ini pun memuat 12 administrasi penilaian yang selalu dituntut untuk dipenuhi oleh seorang guru. Sedangkan kelemahan dari program analisis ini terdapat pada saat awal kita membukanya, cukup membutuhkan sedikit kesabaran, harap maklum…, di dalam program ini terdapat 76 sheet dengan jumlah halaman sebanyak 400 lembar, tapi insya Allah tidak melebihi waktu 3-5 menit untuk menunggu…, tergantung kapasitas RAM laptop, namun setelah terbuka program sangat mudah dan ringan untuk dijalankan. Untuk memaksimalkan penggunaan program ini maka kapasitas memori atau ram PC / laptop yang dibutuhkan sebesar 2 GB.

Baik, untuk memperpendek kata, kita mulai saja dengan tutorial menu yang tersedia di dalamnya.

Disaat kita membuka maka program akan meminta username dan password, silahkan diisi :

Username           : MAN KALABAHI

Pasword              : bismillah

Lalu klik                : OK

 

 

 

 

 

 

Selengkapnya dapat diunduh pada link dibawah ini :

Download Program Analisis Nilai

Tutorial Penggunaan Analisis Nilai

Modul Pembelajaran Al Quran Hadits MA Kelas XI


Modul Pembelajaran Al Quran Hadits MA Kelas XI

Kompetensi Inti :

  1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
  3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
  4. Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

TUJUAN PEMBELAJARAN :

 

Setelah mengamati, menanya, mengeksplorasi, dan mengkomunikasikan, peserta didik dapat :

  1. Membaca QS. AL-ISro ayat 23-24, QS. Luqman ayat 13-17, dan Hadits tentang perilaku hormat dan patuh kepada orang tua dan guru.
  2. Menghafalkan QS. AL-ISro ayat 23-24, QS. Luqman ayat 13-17, dan Hadits tentang perilaku hormat dan patuh kepada orang tua dan guru.
  3. Menyebutkan makna mufrodat QS. AL-ISro ayat 23-24, QS. Luqman ayat 13-17, dan Hadits tentang perilaku hormat dan patuh kepada orang tua dan guru.
  4. Menjelaskan kandungan QS. AL-ISro ayat 23-24, QS. Luqman ayat 13-17, dan Hadits tentang perilaku hormat dan patuh kepada orang tua dan guru.
  5. Menunjukan perilaku hormat dan patuh kepada orang tua dan guru.

 

BACA DENGAN BAIK & BENAR SESUAI KAIDAH ILMU TAJWID

QS. AL-Isro : 23-24

Mufrodat / Kosa Kata

Dan janganlah membentak keduanya وَلاَ تَنْهَرْهُمَأ Dan Tuhanmu telah memerintahkan وَقَضَى رَبُّكَ
Dan ucapkanlah kepada keduanya وَلاَ تَنْهَرْ هُمَا Agar kamu jangan menyembah أَلاَّ تَعْبُدُوْا
Perkataan yang baik قَوْلاً كَرِيْمًا Selain DIa إلاَّ إيَّاهُ
Dan rendahkanlah kepada dirimu terhadap keduanya وَاحْفِضْ لَهُمَا Dan berbuat baik kpd kedua orang tua وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَأنَا
Penuh ketaatan جَنَتحَ الذُّلِّ Jika sampai إمَّا يَبْلُغَنَّ
Dengan penuh kasih sayang مِنَ الرَّحْمَةِ Berusia lanjut dalam pemeliharaanmu عِنْدَكَ الْكِبَرَ
Wahai Tuhanku sayangilah keduanya رَبِّ ارْحَمْهُمَا Salah saorang diantara keduanya أَحَدُهُمَا
Sebagaimana keduanya telah mendidikku كَمَا رَبَّيَنِى Atau kedua-duanya أَوْ كِلاَهُمَا
Pada waktu kecil صَغِيْرًا Maka janganlah engkau mengtakan kpd keduanya Ahh فَلاَ تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ

Terjemahannya :…..( Susun sendiri dari arti kosa kata yg ada….)

Download LKS Al Quran Hadits MA Kelas XI tahun 2017

Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warganegara


BAB 1

KASUS-KASUS PELANGGARAN HAK DAN

PENGINGKARAN KEWAJIBAN WARGANEGARA

 

PERTEMUAN PERTAMA

Kompetensi Inti

1.       Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2.       Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

3.       Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4.       Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar

1.1   Menghayati nilai-nilai keadilan dalam mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warganegara sebagai pengamalan ajaran agama yang dianutnya.

Indikator

1.1.1          Makna Hak dan Kewajiban Warganegara

Tujuan Pembelajaran : siswa dapat memahami hal-hal berikut :

1.       Pengertian Hak dan Kewajiban

2.       Macam-macam hak dan kewajiban

3.       Cara memperoleh hak dan kewajiban


PENGINGKARAN KEWAJIBAN WARGANEGARA

KASUS-KASUS PELANGGARAN HAK DAN

Barang siapa yang membunuh manusia tanpa hak, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan orang itu telah membunuh seluruh manusia yang ada dimuka bumi.Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia telah memelihara kehidupan seluruh manusia dimuka bumi.

(al-Qur’an)

Jika di dalam hatimu terukir kebenaran, Maka di sana akan ditemukan keindahan dalam prilaku. Jika dalam prilaku ada keindahan, Disana akan tercipta harmoni, terutama dalam rumah tangga. Jika harmoni di rumah terbentuk, Maka akan ditemukan ketertiban dalam skala Negara. Jika dalam Negara tercipta kedamaian dan ketertiban, Maka seluruh jagat raya akan ditemukan kedamaian..

(Konfushe)

……. segala hak yang dimiliki dan dapat disimpan itu, semuanya berasal dari kewajiban yang dipenuhi dengan baik. Itulah sebabnya maka hak boleh hidup itu, baru menjadi kepunyaan kita, apbila kita memenuhi kewajiban warga dunia…

(Mahatma Gandhi)


MAKNA HAK DAN KEWAJIBAN WARGANEGARA

Materi Fakta

Hak memperoleh pendidikan dan pengajaran

Persoalan hak dan kewajiban telah kita pahami pada materi kelas XI BAB Pelanggaran Terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), yaitu sesuatu yang melekat pada diri seseorang sebagai anugerah dari Tuhan yang Maha Esa. Hak asasi disebut juga sebagai hak dasar yang melekat secara kodrati pada diri manusia dengan sifatnya yang universal dan abadi. Oleh karena itu maka hak tersebut harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, tidak boleh diabaikan, tidak boleh dikurangi dan dirampas oleh siapapun.

Hak asasi perlu mendapat jaminan perlindungannya oleh negara secara tertulis yang termuat di dalam UUD negara. Di Indonesia HAM telah diatur dalam UU. No. 39 Tahun 1999. Pasal 1 ayat (1) UU No. 39 Tahun 1999 menyatakan bahwa negara, hukum dan pemerintah serta setiap orang wajib menghormati, menjunjung tinggi dan melindungi hak asasi manusia.

Namun nyatanya bawa, dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita mengabaikan hal tersebut. Banyak terjadi pelanggaran yang kita lakukan terhadap hak orang dan juga banyak terjadi pengingkaran terhadap kewajiban diri seseorang. Hak dan kewajiban merupakan sesuatu yang tidak akan terpisahkan dari diri setiap individu untuk selamanya. Sehingga Pemahaman dasar yang harus dipahami oleh kita adalah kesadaran akan hak dan tanggungjawab setiap individu atas dirinya. Setiap orang memiliki hak yang harus diterima dari orang lain dan setiap orang pun memiliki kewajiban yang harus diberikannya kepada orang lain.

 

Materi Konsep

Pengertian Hak dan Kewajiban Warganegara

 

Hak asasi merupakan hak dasar yang melekat secara kodrati (sebagai anugerah Allah SWT) pada diri manusia dengan sifatnya yang universal dan abadi. Oleh karena itu hak asasi harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, tidak boleh diabaikan, tidak boleh dilanggar atau dikurangi dan dirampas oleh siapapun.

  1. Pengertian Hak dan Kewajiban
  • Warganegara
    1. Hikam, Warganegara merupakan terjemahan dari citizenschip (bahasa Inggris) yaitu “Anggota dari suatu komunitas yang membentuk negara itu sendiri”.
    2. Pasal 26 ayat 1, 2, dan 3 UUD 1945. Pasal 26 ayat 1: Yang menjadi warganegara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang  sebagai warganegara.
    3. No. 62 Tahun 1958 yang telah diubah dengan UU. N0. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia menyatakan bahwa “Warganegara Republik Indonesia adalah orang-orang yang berdasarkan perundang-undangan yang berlaku sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sudah menjadi warganegara Republik Indonesia”.

 

  • Hak

Prof. Dr. Notonagoro, “Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan oleh pihak tertentu (yang tidak dapat digantikan oleh pihak lain), yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya”.

Hak Warganegara adalah “Segala sesuatu yang harus didapatkan oleh setiap warganegara dari negara (pemerintah) dan dari orang lain”.

Hak-hak warganegara diatur dalam pasal-pasal UUD 1945 yaitu pasal 27, 28, 28A sampai dengan 28J, 29 s.d.34

  • Kewajiban

Kewajiban merupakan sesuatu yang seharusnya dilaksanakan oleh setiap warganegara terhadap penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan ketentuan yang berlaku”.

Menurut Prof.Dr. Notonagoro, “Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya diberikan oleh pihak tertentu (yang tidak dapat digantikan oleh pihak lain manapun), yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan”.

UU No. 39 Tahun 1999 Tentang HAM, Kewajiban Dasar Manusia adalah “Seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan, tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia”.

Kewajiban warganegara diatur dalam pasal pasal 27 ayat 1 (menjunjung hukum dan pemerintahan), 27 ayat 3 (pembelaan negara), dan pasal 30 ayat 1 (menjaga pertahanan dan keamanan negara).

  • Hak dan Kewajiban Negara

Hak Negara adalah hak yang seharusnya diterima dari setiap warganegara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Negara memiliki tiga hak, yang sering disebut tiga sifat negara, yaitu : memaksa, memonopoli, dan mencakup semua.

Kewajiban Negara merupakan “Kewajiban yang seharusnya dilaksanakan oleh negara terhadap warganegara dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sesuai dengan ketentuan yang berlaku”.

 

  1. Cara Memperoleh HAK

Bagaimanakah cara memperoleh hak..?

James W. Nickel menyampaikan dua teori :

Teori pertama teori Mc Closkey dimana pemberian hak adalah untuk dilakukan, untuk dimiliki, dan untuk dinikmati.

Teori kedua adalah teori Joel Feinberg dimana pemberian hak penuh merupakan kesatuan dari klaim yang absah (keuntungan yang didapat dari pelaksanaan hak yang disertai pelaksanaan kewajiban).

Dengan demikian keuntungan yang merupakan hak seseorang dapat diperoleh apabila disertai dengan pelaksanaan kewajiban. Ini berarti bahwa antara hak dan kewajiban merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu ketika seseorang menuntut hak maka ia pun harus melakukan kewajibannya.

Hak merupakan suatu yang harus diperjuangkan, hak dapat dimiliki sebagai buah perjuangan manusia. Sebagai hasil capaian manusia, maka hak merupakan sesuatu yang bersumber dari luar diri manusia. Sebelum mencapai hak, manusia harus melakukan kewajiban. Artinya, hak merupakan akibat dari perbuatan seseorang yang melakukan kewajiban, atau kewajiban merupakan prasyarat bagi orang yang ingin memiliki hak. Tegasnya tidak mungkin ada hak, kalau tidak melakukan kewajiban. Hak dan kewajiban bagai dua sisi uang yang berbeda. Ia selalu bergandengan, menyatu dalam fungsi dan tujuan, walau tentu saja berbeda dalam urutan. Hak merupakan akibat dari dilaksanakannya kewajiban, artinya kewajiban terlebih dahulu ada, kewajiban sebagai sebab, sedangkan hak merupakan akibatnya.

 

  1. Jenis-jenis hak dan kewajiban warganegara RI

Kalau kalian telaah UUD 1945, baik naskah sebelum maupun setelah perubahan, kalian akan dengan mudah menemukan ketentuan mengenai warganegara dengan segala hal yang melekat pada dirinya. Ketentuan tersebut dapat kalian identifikasi mulai dari Pasal 26 sampai dengan Pasal 34. Dalam ketentuan tersebut juga diatur mengenai jenis hak dan kewajiban warganegara Indonesia. Berikut ini diuraikan beberapa jenis hak dan kewajiban yang diatur dalam Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

  1. Hak atas kewarganegaraan, pasal 26 ayat (1) dan (2)
  2. Kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan (pasal 27 ayat (1)
  3. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan Pasal 27 ayat (2)
  4. Hak dan Kewajiban bela Negara, Pasal 27 ayat (3)
  5. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, Pasal 28
  6. Kemerdekaan memeluk agama, Pasal 29 ayat (1) dan (2)
  7. Pertahanan dan keamanan Negara, Pasal 30 ayat (1) dan (2)
  8. Hak mendapat pendidikan, Pasal 31 ayat (1), (2), dan (3)
  9. Kebudayaan Indonesia, Pasal 32 ayat (1) dan (2)
  10. Perekonomian Nasional, Pasal 33 ayat (1-5)
  11. Kesejahteraan Sosial, Pasal 34 ayat (1-4)

 

  1. Tugas dan tanggung jawab Negara

Dalam rangka terpeliharanya hak dan kewajiban warganegara, negara memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :

  1. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk memeluk agamanya
  2. Negara atau pemerintah wajib membiayai pendidikan khususnya pendidikan dasar
  3. Pemerintah berkewajiban mengusahakan dan menyelenggarakan satu SISDIKNAS
  4. Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari anggaran belanja negara dan belanja daerah
  5. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan manusia
  6. Negara memajukan kebudayaan manusia ditengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya
  7. Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan kebudayaan nasional
  8. Negara menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak
  9. Negara menguasai bumi, air dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat
  10. Negara berkewajiban memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar

Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan

 

Hak dan kewajiban menurut Islam

Islam adalah agama yang sempurna, ajarannya universal dan komprehenshif meliputi semua bidang kehidupan manusia lahir-batin meliputi melalui dua dimensi, hablun billahi hubungan vertikal (hubungan dengan Allah) dan hablun binnaasi, hubungan horizontal (hubungan dengan sesama manusia).

Kedua dimensi tersebut dilandasi oleh ketentuan-ketentuan yang disebut dengan istilah syari’ah. Dalam konteks syariah itulah terdapat ajaran tentang HAM. Adanya ajaran tentang HAM inilah menunjukkan bahwa Islam telah menempatkan manusia sebagai mahluk terhormat dan mulia. Karena itu, perlindungan dan penghormatan terhadap manusia merupakan tuntutan dari ajaran Islam itu sendiri yang wajib dilaksanakan oleh umatnya terhadap sesama manusia tanpa kecuali.

Dalam Islam terdapat dua hak, yakni hak Allah (haqullah) dan hak manusia (haq al-Insaan),  kedua hak ini saling melandasi dan saling keterkaitan satu sama lain. Contoh hak Allah : Shalat, manusia tidak perlu ikut campur untuk memodifikasi  atau mengubah tatacara shalat yang telah ditentukan, karena shalat merupakan hak Allah yang telah ditetapkan oleh Allah sendiri. Namun demikian dalam shalat pun terdapat hak individu manusia yaitu berbuat kedamaian antar sesamanya. Contoh hak manusia : hak kepemilikian, setiap orang berhak untuk memanfaatkan harta yang dimilikinya. Namun demikian pada hak manusia itu tetap ada hak Allah yang mendasarinya. Dalam harta itu ada kewajiban manusia untuk mengeluarkan zakat. Dan, meski harta itu merupakan harta milikya, tetapi tidak boleh dimanfaatkan untuk tujuan yang bertentangan dengan syariat.

Konsep HAM dalam Islam lebih awal 600 tahun dibandingkan dengan konsep lainnya. Piagam Madinah misalnya, pokok-pokok pikirannya telah terumuskan berbagai nilai-nilai HAM yang mencakup masalah berikut :

  • berinteraksi secara baik dengan sesama tetangga
  • saling membantu dalam menghadapi musuh bersama
  • membela mereka yang teraniaya
  • saling menasehati
  • menghormati kebebasan beragama dan lainnya.

yang oleh para ahli fiqih dirumuskan menjadi lima yang dikenal dengan “adh-dharuriyaat al-khams” atau lima perkara yan pokok, yaitu :

  1. Menjaga agama (hifzhuddin)
  2. Menjaga nyawa (hifzhunnafs)
  3. Menjaga harta (hifzhulmaal)
  4. Menjaga akal (hifzhul’aql)
  5. Menjaga keturunan (hifzhunnasl)

Secara garis besar pengaturan hak asasi dalam islam meliputi :

  1. Hak Persamaan dan kebebasan, QS. Al-Hujurat (49) ayat 13. “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa”.
  2. Kebebasan Beragama Al Baqoroh : 256 : “Tidak ada paksaan dalam Agama, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat (Al-Baqarah : 256).
  3. Al Kaafirun : 6 “Lakum diinukum waliyaddiin, bagimu agamamu bagiku agamaku (al-Kafirun)
  4. Hak Hidup (Perlindungan Jiwa). QS, Al-Baqarah : 178 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash dalam pembunuhan…..”

barang siapa yang membunuh nyawa se orang manusia tanpa didasari hak, maka sesungguhnya ia telah membunuh manusia seluruhnya…..”

  1. al-Ma’idah : 45 “……. Dan Kami telah tetapkan mereka di dalamnya (Taurat), bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka (pun) ada qishashnya…..”
  2. Perlindungan terhadap Akal. QS. al-Ma’idah : 90. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan tersebut agar kamu mendapat keberuntungan”.

Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah mendera peminum khamr dengan dua pelapah kurma sebanyak empat puluh kali (HR. Muslim).

  1. Hak Kemerdekaan Pribadi. QS. Al Balad ayat 12-13 “Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?, (yaitu) melepaskan budak dari (system) perbudakan”.
  2. Hak Kehormatan Pribadi. QS. An-Nur :2 “Perempuan dan laki-laki yang berzina, maka deralah masing-masing seratus kali”.
  3. Hak Atas Jaminan Sosial. QS. At-Taubah 103 “ Ambillah (zakat) dari sebagian harta mereka, (dimana dengan zakat itu) dapat bersihkan dan sucikan harta mereka….. zakat berfungsi sebagai katalisator antara yang kaya dan miskin.

1. Download Modul Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warganegara

Pelanggaran HAM


PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA

Pada bagian Pertama modul 1 membahas tentang Pelanggaran Hak Azasi Manusia. Ruang lingkup dan isi pembahasannya terbagi dalam 3  kegiatan belajar, yaitu :

  • Kegiatan belajar 1 membahas tentang Makna Pelanggaran HAM.
  • Kegiatan belajar 2 membahas tentang Contoh Kasus Pelanggaran HAM
  • Kegiatan belajar 3 membahas tentang Upaya Pemerintah dalam Menegakkan HAM

Baca lebih lanjut

Dr. SUWARDI, M.Pd : JALAN SUKSES MEMBANGUN MUTU MADRASAH


1MAN Kalabahi  – Salah satu tujuan pembangunan nasional adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kecerdasan dimaksud tidak sekedar kecerdasan intelektual belaka namun kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual bangsa pun merupakan bagian yang tidak terpisahkan.
Berkaitan dengan hal tersebut, kualitas diri seorang guru merupakan hal utama dalam mewujudkan cita-cita negara. Guru berkualitas akan melahirkan generasi berkualitas, guru disiplin akan melahirkan generasi disiplin, dan guru cerdas akan melahirkan generasi cerdas. Demikian yang disampaikan Kepala Seksi Kurikulum MA / MAK Dirjen Kementerian Agama RI, Dr. Suwardi, M.Pd dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Managemen Pembelajaran Madrasah Unggul di MAN Kalabahi, Rabu (7/12/2016).

Dr. Suwardi yang didampingi Kepala Seksi Madrasah Kanwil Kementerian Agama Prov. NTT, Drs. Ibrahim Arif-pun menyampaikan bahwa, terdapat tujuh hal yang harus dibangun oleh Madrasah untuk meraih titel Madrasah Unggul, yaitu ; 1) Membangun Visi, 2) Membangun Minset (pola pikir); 3) Membangun sistem; 2

4) Membangun Team Work; 5) Membangun Komitmen; 6) Membangun budaya mutu; dan 7) Membangun jejaring (network). Jika sebuah Madrasah mampu membangun tujuh komponen ini dengan baik maka madrasah tersebeut akan mampu melahirkan generasi bangsa yang berkualitas dan mampu bersaing dalam era globalisasi saat ini maupun yang akan datang.
Di akhir kegiatan Suwardi menitipkan harapan besar kepada seluruh civitas MAN Kalabahi agar harus mampu membangun tujuh komponen tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga terciptalah Madrasah yang mampu melahirkan kader-kader penerus bangsa yang berkualitas.***(Hadi Kammis)

%d blogger menyukai ini: