HUKUM MENINGGALKAN SHALAT


HUKUM MENINGGALKAN SHALAT

Masalah orang yang meninggalkan sholat bukan karena meningkari kewajibannya, para ulama berpendapat :

1. Sebagian ulama berpendapat dia harus dibunuh
2. Sebagian lainnya berpendapat diberikan hukuman dan dipenjara

Ulama yang menetapkan hukum mati berbeda pendapat, diantara mereka ada yang menetapkan hukum mati karena kufur, ini adalah pendapat Ahmad, Ishak dan Ibnu Al Mubarak. Ada juga yang menyatakan wajib dibunuh sebagai hukuman, ini adalah pendapat Imam Malik, Syafi’I Abu Hanifah dan para pengikutnya, smentara ahlu Zhahir berpendapat mesti dita’zir dan dipenjara sehingga dia melakukan sholat.

Sebab perbedaan pendapat : Perbedaan atsar, Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadits shahih :
“Darah seorang muslim tidak halal, kecuali dengan salah satu dari tiga hal, kafir setelah beriman, zina setelah ihsan (menikah), dan membunuh jiwa tanpa hak” (167)

Diriwayatkan pula darinya dalam hadits Buraidah(168), sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda :
“Ikatan perjanjian diantara kita dengan mereka (orang kafir) adalah sholat, barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir”

Dan hadits Jabir dari Nabi SAW, beliau bersabda :
“Tidaklah diantara seorang hamba dan kekufuran, -atau beliau bersabda antara kemusyrikan- kecuali meninggalkan sholat” (169)

Ulama yang memahami kekufuran dalam hadits tentang sholat dengan kufur hakiki, mereka menjadikan hadits ini sebagai penafsiran untuk hadits yang menyatakan kekufuran setelah keimanan.

Sementara ulama yang memahaminya sebagai celaan keras, menjelaskan dengan kata lain perbuatannya adalah perbuatan seorang kafir, dan dia ada dalam gambaran sosok orang kafir seperti sabda beliau SAW :
“Tidaklah seseorang itu berzina ketika berzina ia beriman, tidak pula seseorang mencuri ketika mencuri dia beriman”

Dengan argumentasi ini mereka tidak berpendapat bahwa hukuman mati ditetapkan karena kekufuran. Adapun ulama yang menyatakan dibunuh karena had, sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat kecuali sebuah qiyas syabah (kemiripan), yaitu menyerupakan sholat dengan pembunuhan, sebab sholat adalah pokok segala perintah, sementara pembunuhan adalah pokok segala larangan.

Secara umum kata kufur ditetapkan untuk perbuatan yang mengandung unsure mendustakan, sementara meninggalkan sholat tidak demikian, kecuali jika ia meninggalkannya karena meningikari kewajibannya.

Dengan demikian kita hanya ada diantara dua pilihan :
1. Memahamikata kufur dalam hadits secara hakiki, artinya menafsirkan hadits tersebut kepada orang yang meninggalkan sholat dengan meyakini bahwa sholat tidak wajib.
2. Memahamikata kufur kepada tema utamanya, hal ini menunjukkan pada salah satu kemungkinan dari dua kemungkinan yang ada :
a. Hukum orang tersebut seperti hokum orang kafir (uaitu dihukum mati, dan hokum orang kafir lainnya) walaupun dia tidak mendustakan kewajibannya
b. Atau menyatakan bahwa perbuatannya adalah perbuatan orang kafir, dengan tujuan memberikan celaan yang sangat keras, dengan kata lain perbuatannya ini menyerupai perbuatan orang kafir, karena seorang kafir itu tidak melakukan sholat, sebagaimana Nabi SAW bersabda :
“Tidaklah seseorang berzina ketika berzina ia beriman”

Ketetapan yang menyamakannya dengan hokum orang kafir adalah sebuah pendapat yang tidak bisa dipegang, kecuali jika ada dalil yang menjadi sandaran, karena ketetapan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar yang bis dirujuk.

Jika kata kufur tersebut diak dapat difahami secara hakiki, maka memahaminya dengan majazi adalah sebuar solusi, bukan dengan mengambil sebuah hukum yang sama sekali tidak ditetapkan dalam syara’, bahkan sebaliknya, sesungguhnya orang tersebut haram darahnya karena tidak termasuk tiga golongan yang diungkapkan dalam nash, renungkanlah hal ini, hanya Alloh lah yang Maha Mengetahui.

Ringkasnya, kita mesti mengambil dua jalan, “Memperkirakan adanya redaksi yang dibuang jika kita memahami makna hakiki dari kata kufur, atau memahaminya secara kiasan, adapun memahami bahwa hukumnya sama dengan hokum orang kafir dalam segala hukumnya, padahal ia adalah seorang mukmin, ini adalah pendapat yang bertentangan degan ushul, padahal secara tegas hadits menjelaskan orang-orang yang mesti dibunuh sebagai hukuman (qishash) atau kekufuran, jadi pendapatnya sama dengan orang yang mengafirkan karena perbuatan dosa”
=============================================================

167 Shahih Li Ghairihi. HR Abu Daud (4502), An-Nisa’I (7/103) dan dalam Al Kubra (3520, 3521), At-Timidzi (2158, ibu majah (2533 Ahmad (1/61, 65, 70), Ath-Thayalisi (72), Ibnu Al Jarud (836), Syaikh Al Albani berkata dalan Al Irwa (7/255), “Sanadnya shahih dengan srayat Asy-Syaikhani, keadaannya yang mauquf tidak mengakibarkan jelek, palagi adanya jalur periwayatan yang marfu’ pada riwayat lain

168 Shahih, HR. At-Tirmidzi (2621), An-Nisa’I (1/230) dan dalam Al-Kubra (329), Ibnu Majah (1079), Ahmad (5/346/355), Ibnu Abi Syaibah dalam Al Iman (46) Ad-Daruquthi (2/52) dinilai shahih oleh Al-Hakim (1/6, 7) dan disetujui oleh Adz-Dzahabi dan diriwayatkan pula oleh A-baihaqi (2/52), al-Lalaka’I, dalam Syarh Ushul Al I’tiqad (1520) dan dinilai shahih oleh Al Albani dalah shahih At-Tirmidzi.

169 Shahih. HR. Muslim (82), Abu Daud (4678), At-Tirmidzi (2618, 2619, 2620) An-Nisa’I (1/232), Ibnu Majah (1078, Ahmad (3/370, 389, Ibnu Mundih dalam Al-Iman (217, 218, 219), Ad-Darami (1/307), Abd Ibnu Al Humaid dalam Al Muntakhab (2011, 1043), Ibnu Al Ja’d (2634) dan Al-Daruquthni (2/53)

170 Muttafaq’Alaih. HR Bukhari (3475, 5578, 6772, 6810), Muslim (57), Abu Daud (4689), At-Tirmidzi (2625), An-Nisa’I (8/64, 65, 313) Ibnu Majah (3936), Ahmad (2/276, 317), Al Humaidi (1128), Al Ajuri dalam Asy-Syari’ah (hal : 113) Abu Awanah (1/19, 20) yang semuanya dari hadits Abu Hurairah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s