PERAN ORANGTUA DALAM MENDIDIK PUTRA-PUTRI SEBAGAI AMANAH ALLAH


PERAN ORANGTUA DALAM MENDIDIK PUTRA-PUTRI
SEBAGAI AMANAH ALLAH

الـــســــلا م عــلــيـــكــــم و ر حـــمــــة اللـــــه و بـــــر كــا تــــه

الـــحــمــــد للـــــه الــــذ ى خـــلــــق الإ نــــســـا ن فــى ا حـــســـن
تــــقـــو يـــــم . أ شـــهــــد أ ن لا إ لـــــه إ لاّ اللــــــه و أ شــهــــــد
أ نّ مــحــمــــدا ر ســو ل اللـــه. اللــهــــم صــل عــلـى مــحــمـــد
و عــلــى ا لــــه و أ صـــحـــا بــــه أ جـــمــعـــيــــن. أ مـــا بــعـــد.
قـــا ل الـــنــبـــــي صــلـــى اللــــه عــلـــيـــه و ســـلـــم,
كـــل مـــو لــــو د يــــو لــــد عــلــى الـــفـــطـــر ة ,
فــــأ بــــوا ه يــــهـــــو دا نــــه أ و يــنـــصــــرا نــــه
أ و يـــمـــجـــســــا نــــه . صــــد ق اللــــه الــعـــظــيـــــم
و صــــد ق ر ســــو لـــه الـــنــبــــي الـــكـــر يـــــــــــــم .
Ibu-Ibu Majlis Ta’lim Rahimakumullah.
Dalam sebuah Rumah tangga, kehadiran putra dan putrid adalah dambaan setiap keluarga, karena outra-putri adalah hiasan yang menyenangkan bagi setiap orangtua. Sebuah rumah tangga yang dihiasi dengan kehadiran putra dan putrid akan sangat berbeda dengan sebuah rumah tangga yang belum dihiasi dengan keberadaan mereka.
Walaupun kehadiran putra dan putrid adalah adalah dambaan setiap rumah tangga, namun tidak setiap rumah tangga dihiasi dengan lahirnya putra dan putri. Bagi rumah tangga yang dianugerahi putra dan putrid adalah sebuah amanah yang harus diterima dengan penuh tanggungjawab.
Bentuk tanggungjawab itu tidak hanya dilihat dari pemenuhan sandang, pangan dan papan bagi mereka, akan tetapi yang paling pertama dan utama adalah mendidik mereka menjadi putra-putri yang sholeh dan sholehah. Karena itu kita harus jadikan rumah tangga sebagai pondok pesantren, madrasah atau sekolah bagi anak-anak kita sebelum pada saatnya kita embankan sebagian tugas pendidikan itu pada lembaga pendidikan formal. Bila hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab, maka seorang ayah adalah ustadz atau guru bagi anak-anaknya dan seorang ibu adalah sebagai ustadzah atau ibu guru bagi anak-anaknya.

Ibu-Ibu Majlis Ta’lim Rahimakumullah.
Secara jujur kita harus mengatakan, bahwa kita belum menerima kehadiran putra dan putri sebagai sebuah amanah. Coba kita amati kehidupan sehari-hari kita bersama mereka.
Ketika ada tanda-tanda keberadaan mereka dalam kandungan, kedua orangtua sudah mulai merasakan kebahagiaan. Sang ibu menjaga dirinya dengan penuh hati-hati agar keselamatan dan kesehatan ibu dan bayinya tetap terjamin. Selama 9 bulan 10 hari seorang ibu harus mengandung dalam keadaan lemah bertambah lemah. Dilewati saat-saat kritis ketika akan melahirkan buah hatinya adalah perjuangan besar seorang ibu. Karena itu jihad yang paling akbar bagi seorang isteri menurut Rasul adalah perjuangannya saat-saat melahirkan. Tangisan pertama saat kelhiarannya disambut dengan rasa haru bercampur bahagia, baik oleh ayah dan ibunya maupun keluarga dekat dan handai tolan. Bahkan tangisan pertama saat dilahirkan merupakan obat yang paling mujarab dari rasa sakit seorang ibu.
Selama 2 tahun diberikan ASI dengan tulus dan ikhlas. Tangisannya adalah duka dan derita bagi kedua orangtua. Ketawanya membuah hati orangtua berbunga-bunga kebahagiaan. Dengan jerih payah kita orang tua memenuhi segala kebutuhannya walaupun hidup kita penuh dengan keterbatasan demi keterbatasan.
Akan tetapi !! kebutuhan akan pendidikan bagi mereka seringkali kita abaikan. Hari-hari yang kita lewati, anak-anak kita lebih banyak bergaul dan berkomunikasi dengan televisi dan VCD. Anak-anak hanya bercanda dan menyampaikan curahan hati dengan teman-teman sebayanya, sementara kita orangtua telah merasa aman dengan keadaan seperti itu.
Kita lupa, bahwa anak-anak yang masih kecil (fitrah) adalah ibarat kaset kosong yang selalu siap merekam segala yang dilihat dan didengar. Kita tidak sadar bahwa anak-anak kita dididik oleh Televisi karena waktu mereka lebih banyak bergaul dengan Televisi.
Kita lupa, bahwa kita sebagai orangtua adalah guru pertama danutama bagi mereka. Kita sudah mengabaikan amanah itu tanpa sadar dan kita juga lupa untuk saling menyadarkan.
Allah Al-Khaliq telah memberikan peringatan yang keras bagi orangtua yang mengabaikan amanah itu dengan firmanNya yang berarti :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (Qs. At-Tahrim : 6).
Ayat di atas Allah secara tegas mengingatkan pada kita sebagai orangtua agar selalu menjaga diri dan keluarga (putra dan putri) dari perbuatan-perbuatan yang menjurus pada neraka. Putra-putri sebagai amanah Allah harus kita pelihara dengan baik, kita didik dan kita bombing agar terbebas dari perbuatan-perbuatan yang menjurus pada neraka.
Anak yangkita lahirkan dalam keadaan Islam, hidup dalam keluarga Islam. Tapi jangan sampai kepribadiannya adalah kepribadian Yahudi, Nasara dan Majusi. Karena itu Rasul mengingatkan kita orangtua dengan sabdanya :

كـــل مــو لـــو د يــــو لـــد عــلــى الـــفـــطــر ة , فـــأ بــــوا ه يــهـــو
دا نــه أ و يـــنـــصــرا نــه أ و يــمــجـــســا نـــه (ر وا ه الـــبــخـــا ر ى)
“Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah (kesucian), maka kedua orangtuanyalah yang menjadikan ia sebagai seorang Yahudi, Nasara atau Majusi”.

Ibu-Ibu Majlis Ta’lim Rahimakumullah.
Islam mengajarkan, bahwa setiap anak yang lahir ke dunia dengan fitrah keislaman, yakni penyerahan diri kepada Allah Al-Khaliq. Selanjutnya anak itu bias menjadi Yahudi, Nasara atau Majusi manakala orangtua mengabaikan pendidikan bagi anak-anak sebagai amanah Allah tersebut.
Dengan demikian jelaslah bahwa, putra-putri adalah amanah Allah kepada setiap orangtua untuk menjasga keislamannya yang terbawa sejak lahir dan membentuknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah.
Hanya inilah yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini dan semoga bermanfaat bagi kita semua. BILLAHI TAUFIQ WALHIDAYAH
ASSALAMU ALAIKUM WR. WB.

Satu Tanggapan

  1. […] Sumber : Pendidikan Islam […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s