INDAHNYA SEMANGAT PERSATUAN DAN PERSAUDARAAN


OLEH : IBNU RUSDI DJADI, S.Pd.I

السَّلَام عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اللهُ اَكْبَرْ ×۹. اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَّسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاًصِيْلاً. لاَاِلهَ اِلّاَالله وَاللهُ اَكْبَرْ. اللهُ اَكْبَرْ وَلِلهِ الْحَمْد.
الحَمْدُ لِلهِ الَّذِى اِنَّ هذِهِ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً , وانا ربّكم فأبدونى # اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّاللهِ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَمَّابَعْدُ.
فَيَاأَيُّهَاالنَّاسُ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Maasiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.
Perputaran masa dan peredaran waktu terus berjalan, berjalan bersama-sama dengan derap langkah perkembangan kehidupan manusia, beredar terus dengan tiada henti-hentinya, membuat kita berjumpa dan bersua dengan Idul Fitri tahun ini, 1434 H.

Allahu Akbar Walillahilhamd.
Hari ini dari seluruh penjuruh tanah air, bahkan dari seluruh penjuru dunia, sejak tadi malam dikumandangkan kalimat takbir sebagai pertanda para syuhada – syuhada islam, baru saja kembali dari medan perang, melawan musuh yang paling besar bagi ummat manusia yaitu perang melawan hawa nafsu.

Jamaah Ied Rahimakumullah.
Idul Fitri mempunyai pengertian kembali kepada fitrah “ Kawulidat Min Batni Ummihi “ seperti anak yang baru lahir dari rahim ibunya. Tugas kita sekarang tentunya bagaimana memelihara kesucian tersebut, sehingga titel taqwa yang telah kita tenun dalam bulan ramadhan tidak lepas dari genggaman…yang pada akhirnya titel tadi membawa kita menjadi pedagang – pedagang yang muslim…
Petani dan nelayan – nelayan yang tawadhu…
Dan pegawai – pegawai negeri yang mukmin.

Allahu Akbar Walillahilhamd.
Hari ini adalah hari yang sangat agung. Hari yang melambangkan keluhuran islam. Hari ini adalah hari yang sangat berbahagia. Hari yang melambangkan persaudaraan. Hari yang melambangkan persatuan. Hari yang melambangkan kerukunan dan persamaan, yang menjadi dasar tegaknya masyarakat islam. Mutlak menjadi satu kewajiban bagi kaum muslimin dan muslimat seluruh Alor – Pantar ini, untuk memelihara ukhuwah islamiyah, bersatu padu…duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, dibawah naungan ridho Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Qur,an Surat Ali Imran : 103.

“ Berpegang teguhlah kamu kepada agama Allah dan janganlah kamu bercerai Berai “

Nabi Muhammad SAW juga bersabda :

المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كاَلْبُنْيَانِ يَشُدّ ُبَعْضُهُ بَعْضًا

“ Orang mukmin dengan mukmin lainnya itu adalah laksana satu bangunan Yang saling kuat menguatkan antara satu dengan lainnya “. (HR.Bukhari – Muslim).

Jama’ah Ied yang berbahagia.
Salah satu contoh yang ditampilkan oleh Allah tentang persaudaraan sesama muslim, adalah yang pernah terjadi antara Rasulullah dan Abubakar Assidik, ketika mereka hijrah dari Makkah menuju Madinah Al-Munawwarah.
“ Ketika Rasullullah keluar dari rumah bersama sahabatnya itu, Abubakar terkadang berjalan di depan Nabi. Sebentar sudah berada di belakang. Terkadang berada di sebelah kanan. Tiada lama berjalan di sebelah kiri beliau.

Rasulullah heran melihat sikap Abubakar, kemudian bertanya “ Sungguh aku tidak mengerti sikap anda ini wahai saudaraku Abubakar ? “

Abubakar menjawab :
“ Wahai Nabi, bila saya ingat pengintipan yang mungkin diatur musuh untuk membunuhmu, saya cepat berjalan di muka Engkau. Tetapi bila saya ingat pengejaran yang akan mereka lakukan, saya cepat kebelakangmu. Tatkala berada di kanan dan kirimu, saya merasa aman terhadap dirimu.

Ketika mereka tiba di mulut gua tsur, Abubakar berkata :
“ Demi Allah yang mengutusmu Muhammad, janganlah engkau memasuki gua itu sebelum saya. Andai didalam ada yang membahayakan, biarlah saya yang terkena bahaya itu sebelum Engkau. Kemudian Abubakar masuk dan memeriksa tempat itu, menutupi lubang – lubang ular dan kala jengking dengan sobekan – sobekan bajunya. Setelah yakin aman, barulah Abubakar mempersilahkan Rasulullah masuk ke dalam gua.

Gua Tsur bukanlah hotel atau istana yang menyenangkan tapi sekedar lubang sempit, sunyi, kotor dan berbahaya. Namun gua itu merupakan pilihan terbaik. Ternyata…meskipun telah banyak lubang ular dan kala jengking yang ditutup Abubakar tapi masih ada lubang yang terlewatkan.

Namun karena letihnya, Rasulullah sampai tertidur di pangkuan Abubakar. Tidak lama kemudian, salah satu lubang tampak keluar ular berbisa. Tangan Abubakar tidak dapat menjangkau lubang itu, sementara Abubakar tidak ingin Rasulullah sampai terbangun. Maka Abubakar menutup lubang itu dengan ibu jari kakinya. Ujung kaki Abubakar digigit ular berbisa…namun sahabat yang setia ini tidak ingin menangis khawatir mengganggu nabi. Karena sangat sakitnya… ia hanya menitikan airmata yang jatuh di pipi nabi.

كاَلْبُنْيَانِ يَشُدّ ُبَعْضُهُ بَعْضًا

“ Laksana satu bangunan yang saling kuat – menguatkan antara satu dengan yang lainnya.”

Jama’ah Ied yang berbahagia.
Namun sering dari kita…bila sudah dihadapkan pada masalah-masalah kehidupan, Masalah-masalah politik, masalah-masalah jabatan, kita lupa akan fitrah kemanusiaan, bahwa sesungguhnya manusia itu tidak dapat hidup sendiri melainkan butuh bantuan orang lain.

Tapi sayang seribu sayang. Bila mata sudah gelap…pikiran telah kacau…hati telah terisi dengan dendam…tangan mengepalkan tinju…mata merah lantaran marah…maka segalanya menjadi serba gelap. Nasehat tidak lagi dituruti. Iman tertutup oleh hiasan syaitan, dan sering terjadi…agama sebagai pedoman hidup dibiarkan begitu saja.

Astagfirullah. Ampunilah dosa – dosa kami ya Allah.
Kami telah Engkau beri mata, tapi seringkali tertutupi oleh dendam kebencian. Kami telah Engkau beri telinga, tapi seringkali tersumbat oleh kepuasan duniawi.

Kami telah Engaku beri hati tapi seringkali terhalangi oleh kesombongan kami…sehingga sangat sulit membedakan mana jalan menuju keimanan dan mana jalan menuju kekafiran.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamd.
Kita sudah tidak dapat berharap kepada selain Allah. Dunia sekarang telah dilanda kemunafikan dan hilangnya kesucian rohani. Bahasa – bahasa indah yang seharusnya digunakan manusia untuk berkomunikasi telah diganti dengan bahasa – bahasa yang kotor. Komunikasi Allah telah diganti dengan komunikasi syaitaniah.

(Wa kafaa billahi Syahidah, wa kafaa billahi waliyah). “ Dan cukuplah Allah menjadi saksi dan cukuplah Allah sebagai pelindung “.

Jama’ah Ied yang berbahagia.
Para ulama mengatakan ada 4 macam sifat dasar yang harus dibangun oleh setiap muslim, untuk menuju kepada keimanan yang sempurna :

1. Al – Amanah
Yaitu seorang muslim harus menepati janji terhadap hal – hal yang dipercayakan kepadanya. Orang yang bersikap Al – Amanah senantiasa berpegang teguh dalam menjaga amanah.
Al – Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah RA dari Rasulullah SAW bahwa beliau menyebutkan salah seorang dari Bani Israil yang meminta kepada sebagian Bani Israil, agar meminjaminya 1000 dinar.
@ Yang meminjamkan berkata : Datangkanlah kepadaku para saksi yang akan membuat kesaksian padamu.
“ Cukuplah Allah sebagai saksi “ jawab peminjam.
@ Datangkanlah kepadaku jaminan ! Kata yang meminjamkan.
“ Cukuplah Allah sebagai jaminan “ jawab peminjam.
Maka diberilah dia pinjaman hingga waktu yang ditentukan.
Keluarlah dia dari negerinya…berlayar mengarungi lautan untuk suatu keperluan. Setelah selesai memenuhi keperluannya, ia mencari kapal yang membawanya pulang, tapi tidak ditemukan kapal. Hatinya gelisah.
Maka ia mengambil sepotong kayu … dilubangi kayu itu … dimasukannya uang sebanyak 1000 dinar beserta sepucuk surat kepada orang yang meminjaminya. Dia pergi ke laut, kemudian mengatakan :

“ Ya Allah ! Ya Tuhanku ! Sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku telah minta pinjaman kepada seseorang sebanyak 1000 dinar, kemudian meminta kepadaku jaminan dan saksi…lalu kukatakan : cukuplah Allah sebagai jaminan dan saksi. Dan aku telah berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan kapal tetapi sia – sia. Sesungguhnya sepotong kayu yang berisi 1000 dinar dan sepotong surat ini…aku jadikan dalam amanahmu ya Allah. Maka dilemparkan kayu itu kelaut. Di sana …dinegerinya, orang yang meminjami tengah menunggu kedatangannya.
Ia berdiri ditepi laut…berharap…kalau – kalau ada kapal yang datang membawa uang yang dipinjamkannya. Tiba – tiba dari kejauhan ia melihat sepotong kayu mendekat kepadanya. Mendekat…lebih mendekat lagi. Kemudian ia ambil kayu itu. Setelah di buka ‘ Masya Allah ‘ ia dapatkan didalamnya 1000 dinar dan sepucuk surat dari peminjam.”

Allahu Akbar. Inilah contoh amanah yang diajarkan islam melalui nabinya Muhammad SAW.

2. Al – Shiddik
Yaitu umat islam harus memiliki sifat – sifat kejujuran, kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan. Bentuk pengamalan Al – Shidik yaitu selalu mengatakan yang benar dan tidak menutupi kesalahan. Disamping itu, ia jujur dalam berbicara dan satunya kata dengan perbuatan.
Di kisahkan bahwa Umar bin Khattab suatu malam sebagaimana biasa, ia mengadakan ronda. Tiba – tiba ia mendengar tangis dari sebuah rumah kecil. Umarpun mendekat. Akhirnya beliau dapati beberapa anak kecil menangis, dengan seorang ibu yang berusaha membujuk mereka, sambil menunjuk sebuah periuk.
Umar bertanya kepada sang ibu : Ibu, mengapa anak – anak ini menangis?”
Ibu itu menjawab : Mereka menangis karena lapar, tuan ?
Lalu apa yang ibu masak dalam periuk itu ?
Saya memasak batu agar dikira daging, sehingga mereka berhenti menangis.
Wahai tuan, Nabi kami Muhammad telah mengajarkan umatnya agar berlaku sabar dan tabah, walau pedihnya airmata ketidakmampuanku. Bibirku telah kering dalam teriknya mentari padang pasir di siang hari. Dan ala mini aku dan anak-anakku kelaparan karena tidak punya makanan. Tapi hatiku selalu berbisik pelan dalam heningnya malam :
Ya Allah…pintu manusia boleh tertutup rapat buatku, pertolongan mereka tidaklah mendatangkan manfaat,…hatiku dan hati anak-anakku telah lelah, tenaga kami telah terkuras, airmata telah melelahkan semangat kami.
Ya Allah…Terangi kiranya hatiku dan hati anak-anakku. Bersihkanlah airmataku dan airmata anak-anakku dengan saljumu yang sejuk. Angkatlah penghalang kesulitan yang membuat airmataku menetes dari kelopaknya. Lupakanlah ingatanku akan awan hitam yang melekat, dan ringankan bebanku yang berat ini ya Allah.

Maasiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.
Mendengar ini, Umar terduduk lemas dan menangis, lalu berjalan menuju Baitul Mal. Ia memasukan makanan dan sejumlah uang kekarung hingga penuh. Kepada penjaganya dia berkata : Wahai Aslam . Tolong angkatkan karung ini kepundakku. Aslam menjawab : Wahai Tuan biarlah saya saja yang membawa. Dengan keras Umar berkata : aku takut disiksa oleh Allah diakhir penghidupanku, hanya karena masalah ini.

Al- Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Usamah bin Zaid ra.bahwa ia mendengarkan Rasulullah SAW bersabda : “Didatangkan seorang laki-laki di hari kiamat, dan ia dilemparkan ke neraka. Maka keluarlah usus dari perutnya dan diputarkannya sebagaimana keledai berputar pada tambatannya. Kemudian berkumpullah orang berkerumun di sekitarnya, dan berkata, “Hai Fulan, kenapa nasibmu seperti ini? Bukankah sewaktu hidupmu di dunia, kamu sebagai seorang ustat yang menyuruh orang untuk berkata jujur, dan menyuruh orang untuk melaksanakan kebenaran. Dan melarang orang untuk berbuat dusta ?” maka menjawablah orang itu, “ Aku memang menyuruh orang untuk berbuat jujur dan melaksanakan kebenaran, tetapi aku sendiri tidak pernah melaksanakannya.

3. Al – Adalah
Yaitu berpihak kepada yang benar serta tidak berat sebelah. Jangan seperti sistim belah bambu, menginjak yang di bawah dan mengangkat yang di atas.

Di dalam surat An – Naml : 20
“ Dan dia (Sulaiman) memeriksa burung – burung lantas berkata : Mengapa aku tidak melihat (burung) hud – hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir?”

Sebagaimana disetir ayat di atas, jumlah pasukan nabi Sulaiman teramat banyak…dari bangsa Jin, Manusia dan Hewan. Meski begitu nabi Sulaiman tidak pernah lengah terhadap anggota pasukan, yang ada di bawah kepemimpinannya.
Sebagai pemimpin…ia harus memeriksa dan mengetahui keadaan rakyatnya.

Berbeda halnya dengan pemimpin yang kehilangan akidah dan akhlak. Dia akan masa bodoh…tidak perduli apakah tanah yang ditempati itu subur atau kering. Tidak perduli apakah mereka di kuburkan atau di buang begitu saja. Tidak perduli apakah rakyatnya bisa makan atau tidak ?

Demikianlah, bila syariat Allah ditinggalkan, maka para pemimpin tersebut tidak akan memperhatikan kecuali kepentingan mereka sendiri. Mereka lupa bahwa semua itu akan berakhir dan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah yang Maha Adil.

Lihatlah Fir’aun. Ia begitu berhamburan dengan berbagai macam kenikmatan. Pakaiannya bertahtakan emas permata…tinggal di istana kebesaran yang megah …para tentara mengawalnya dari semua penjuru.

Tapi ketika ia sombong. Ia ditenggelamkan oleh Allah di laut merah, dibawah tapak kaki kudanya sendiri.
Menjelang kematiannya dia baru sadar seraya berkata : (QS. Yunus : 90 )
“ Saya percaya bahwasanya tiada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai Bani Israil. Dan saya termasuk orang – orang yang berserah diri (kepada Allah).

Lalu Allah berfirman : Apakah kamu baru percaya, padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu kala, dan kamu termasuk orang – orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang – orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lupa dari tanda – tanda kekuasaan kami.

Seperti itulah islam memberikan tantangan pada kita, untuk senantiasa memaknai kehidupan menjadi tingkat yang lebih tinggi. Bahwa, kehidupan bukan untuk menyendiri dan berusaha tidak perduli dengan sekitar, tetapi kehidupan adalah tanggung-jawab bersama.

Salah satu tanggung-jawab yang selalu melekat dalam jiwa seorang mukmin adalah adil. Disitulah seorang mukmin bukan sekadar berhadapan dengan amanah atau tanggung-jawab, tetapi juga memaknai tanggung-jawab itu sendiri.

Jama’ah Ied yang berbahagia.
Selama jiwa kepemimpinan seseorang masih hidup, sifat adil akan selalu menjadi timbangan sebagai apapun. Walau sebagai pemimpin terhadap diri sendiri. Mampukah kita adil menata hak-hak yang ada pada diri kita ?

Orang yang sakit misalnya, berarti ia sedang mengalami ketidakseimbangan. Ini berarti ada ketidakadilan pada diri. Boleh jadi, ada hak-hak anggota tubuh yang terabaikan. Ketidakadilan menjadi tubuh tidak seimbang. Dan ketidakseimbangan membuat diri rusak dan sakit. Pendek kata sakit adalah ungkapan untuk menuntut pemenuhan hak salah satu anggota tubuh dengan cara paksa.

Mencermati keadilan pada diri akan menggiring kita, untuk senantiasa mengukur dan menimbang. Mampukah kita masuk pada tanggung-jawab yang lebih atau belum ? kemampuan mengukur dan menimbang inipun buah dari sifat adil diri kita. Jika kita lengah dalam masalah ini, kelak kita bukan hanya mendjalimi diri sendiri, tapi juga orang lain.

Seperti itulah, Allah menggiring kita, untuk senantiasa mencermati keseimbangan. Lihatlah alam raya yang begitu seimbang. Tertata rapi, indah dan sempurna. Dan itulah bukti keadilan Allah tegak di alam ini. Kalau alam yang pada awalnya seimbang, kenapa manusia dan masalahnya yang juga bagian dari alam ini, tidak mampu adil dan seimbang. Apa yang salah ?

Maasiral Muslimin wal muslimat rahimakumullah
Tuntutan berlaku adil akan lebih kencang, ketika kepemimpinan masuk pada wilayah masyarakat. Masalah-masalah yang dihadapi kian meluas. Ia bukan hanya harus mampu menata sifat adil, dalam pertambahan jumlah orang dalam masyarakat, tapi juga pada mutu.

Boleh jadi, seorang mampu adil terhadap rakyat yang banyak, tapi tidak mampu menjaga mutu adil, ketika banyak rongrongan dan tuntutan datang bertubi-tubi. Dan itu sebagai sebuah kemestian pada wilayah rakyat yang majemuk.

Kadang,… kita terpaksa mengakui bahwa manusia memang makhluk yang unik. Sifat adil pada manusia bisa terlahir pada susunan yang bukan hanya berbentuk seri, tapi juga parallel. Artihnya, ada manusia yang mampu adil pada kepemimpinan di masyarakat, tapi gagal pada diri dan keluarganya.

Boleh jadi, keunikan ini tidak berlaku pada umumnya manusia. Karena biasanya, orang yang gagal berlaku adil pada diri, akan sulit bersikap adil dalam kehidupan keluarga. Apalagi dalam masyarakat dan negara. Inilah, kenapa para pemimpin yang dzalim pada rakyatnya, pasti menyembunyikan masalah berat yang sedang terjadi antara ia dan keluarganya.

Seperti itulah dengan pemimpin Mekkah di masa Rasulullah SAW, Abu Sofyan semasa jahiliyah. Belakangan,…baru terungkap dari mulut isterinya Hindun, bahwa sang suami begitu kikir dengan uang belanja. Sehingga tidak jarang, Hindun mencuri uang suaminya, ketika suaminya lengah. Ada masalah ketidakadilan antara Abu Sofyan dengan Hindun, isterinya.

4. Al – Ukhuwah – Al – Ta’awun
Yaitu merasa bersaudara dengan orang lain. Dan timbul kesadaran untuk saling tolong – menolong. Untuk itu setiap muslimin harus menyadari bahwa dia bersaudara dengan orang lain.

Contoh yang ditunjukkan nabi Muhammad dalam menjalin Hubungan keakraban kepada ummat yang lain, sebagaimana diungkapkan oleh sejarawan islam Ali bin Burhanuddin al-Halaby al-Syafiie dalam bukunya Al-Sirah.
adalah kelapangan dada beliau mengijinkan delegasi Kristen Najran yang berkunjung ke Madinah untuk berdoa dikediaman beliau.

Yang perlu digaris bawahi adalah kita semua sebagai ummat yang menghuni di Alor – pantar diharapkan mampu untuk memahami kepekaan masing-masing menyangkut kecintaan kepada para nabinya.

Sebagaimana halnya ummat islam dan ummat agama lainnya, seharusnya tidak terpengaruh oleh sejarah konflik yang pernah terjadi di dunia luar. Sejarah konflik antar ummat beragama di dunia luar, yang telah membuahkan kesalahfahaman, rasa curiga dan bahkan permusuhan, harus dibuang jauh. Kita semua dituntut untuk memperdalam semangat persatuan dan persaudaraan.

Kemudian sebaliknya : Montgomery Watt menulis secara simpatik tentang islam melalui pribadi Muhammad dalam bukunya Prophet and Statement.

Tanpa ragu berkata :“I consider Muhammad was truly a prophet, and I think that we Christians should admit this on the basis of the Cristian principle that by their fruits you will know them. Since trought the centuries islam has produced many upright and saintly people.

Saya menganggap Muhammad adalah benar-benar seorang nabi, dan saya berpendapat bahwa kita (umat Kristen) harus mengakui hal ini berdasarkan prinsip agama Kristen yang menyatakan bahwa dari buahnya engkau akan mengetahui (benar tidaknya) sesuatu usaha. Ini disebabkan karena sepanjang masa, islam telah membuahkan banyak orang-orang lurus dan suci “.

Kalau harapan ini dapat terwujud, Insya Allah akan tercipta suatu model yang unik yang mampu menerobos tembok pemisah psikologis yang selama ini menghambat kemesraan hubungan antar ummat beragama.

Jama’ah Ied yang berbahagia.
Kita yang masih hidup ini, tentunya pernah merasakan kentalnya semangat kekeluargaan kita semua di Alor-Pantar ini, di waktu – waktu yang lalu. Teguh tali persaudaraan kita terutama untuk membina rasa kekeluargaan.

Tapi akhir – akhir ini cendrung hilang akibat membengkaknya sifat mementingkan diri sendiri., Lihatlah keakraban organ tubuh manusia, yang masing – masing tidak pernah dengki terhadap hak dan tugas yang berbeda. Tangan kiri dan tangan kanan, berpasangan dengan kaki kiri dan kaki kanan. Tangan kanan selalu kebagian yang enak – enak, sebaliknya tangan kiri pekerjaannya serba kotor.

Namun mereka selalu bersahabat. Kalau tangan kanan maju, tangan kiri mempersilahkan kaki kiri untuk maju. Begitu sebaliknya. Malahan tanpa diminta, begitu tangan kanan gatal, tangan kiri yang selalu kebagian menggaruk dengan penuh semangat.

“ Maka ma’afkanlah mereka dan hilangkanlah semua kesalahannya. Sesungguhnya Allah amat sayang terhadap orang – orang yang berbuat baik. (Al- Maidah : 13).

Jama’ah Ied yang berbahagia.
Dari uraian di atas nyatalah bagi kita bahwa ukhuwah dan persatuan adalah sarana utama bagi perdamaian abadi. Kita semua yang tersebar di Alor-Pantar ini adalah dari keturunan yang sama. Perbedaan warna kulit, kedudukan, Jabatan, dan tempat berteduh, bukanlah halangan untuk saling menyayangi menuju satu kesatuan.

Ingatlah bahwa ! Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Demikianlah pribahasa Indonesia menyatakan. Tetapi bagaimanakah kita dapat bersatu kalau tidak ada rasa persaudaraan diantara kita ?

Allahu Akbar 7x Walilahilhamd.

Hari raya idul fitri ini juga menjadi lambang syiar agama. Justru tepat dirayakan sebagai penutup ibadah puasa yang dilakukan ummat islam sebulan lamanya.

Sebulan lamanya kita digembleng agar kaum muslimin dan muslimat dapat mengendalikan hawa nafsunya, tabah dan ulet menghadapi tantangan. Tidak mudah dipengaruhi oleh suasana yang bagaimanapun…, selalu berpegang teguh kepada prinsip – prinsip ajaran islam yang luhur dan suci.

Hari raya Idul Fitri adalah hari penuh harapan untuk saling mema’afkan agar tercipta rasa “ Ukhuwah Islamiyah “ dalam bentuk senasib dan sepenanggungan.

Dengan penuh rendah hati yang muda menghormati yang tua. Yang tua menyayangi yang muda. Kalau sebelum puasa mungkin hubungan kita antar sesama keluarga, tetangga, teman dan dalam bermasyarakat agak renggang, maka di hari yang fitri ini kita segera memohon ma’af dan memperbaikinya. Bila tidak maka puasa kita masih tergantung antara langit dan bumi.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamd.
Sebagai akhir dari khutbah ini, dengarlah bahwa semua yang kita temui berupa suka dan duka, derita dan airmata bukanlah merupakan hal yang sebenarnya. Kita baru merasakan hal itu ketika kita menutup mata yang penghabisan, ketika malaikat maut mencabut nyawa kita. Dimana semua harta yang kita sangka menjadi milik kita dipisahkan. Dihadapan kita terbentang jalan yang amat panjang tanpa ujung. Dimulai dari jasad kita di turunkan kedalam kubur, satu lubang sempit, sunyi, kotor dan menakutkan. Kemudian terus ke alam Akhirat untuk mempertanggung-jawabkan semua yang kita kerjakan kepada Allah SWT.

Akhirnya mari pada pagi ini, kita berdo’a semoga semua amalan yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT.

Mari kita berdoa :
1. Ya Allah ya Tuhan kami . Pada pagi yang cerah ini kami duduk bersimpuh di lapangan ini, dalam rangka menghambakan diri – diri kami kepada-Mu. Oleh itu dekatkanlah kami semua keharibaan-Mu dan bimbinglah kami untuk selalu mengingat-Mu.

2. Ya Allah . Angan – angan panjang telah menahan manfaat dari diri kami, dunia dengan tipuannya telah memperdayakan kami dan diri kami telah terperdaya karena nafsu kami.

3. Ya Allah. Ya Rahman. Besar sudah dosa – dosa kami, sedikit benar amalan – amalan kami. Maka janganlah Engkau segerakan siksa pada kami. Kami datang menghadap- Mu Ya Allah, dengan segala kekurangan kami sambil menyampaikan pengakuan, memohon ampun dan berserah diri.

4. Ya Allah. Ya Azis. Urusan apa lagi kiranya yang akan kami adukan pada-Mu ? Mestikah kami menjerit menangis karena kepedihan dan beratnya siksaan atau karena lamanya cobaan ? Karena itu kepada-Mu ya Allah, kami hadapkan wajah – wajah kami. Kepada-Mu ya Allah, kami ulurkan tangan – tangan kami, sampaikan kami pada kemurahan-Mu.

5. Ya Allah. Ya Ghaffur. Engkau kenakan kami pada hukum, tetapi di situ kami ikuti hawa nafsu, kami tidak cukup waspada terhadap tipuan syaitan musuh kami. Namun bagi-Mu segala puji kami. Perjumpaan dengan-Mu adalah kesejukan hati kami.
Pertemuan dengan-Mu ya Allah adalah kecintaan kami. Dan alangkah manisnya perjalanan menuju jalan-Mu.

6. Ya Allah. Terimalah sholat kami, puasa kami, zakat kami, dan sempurnakanlah apa yang telah kami lakukan dalam setiap amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar…kabulkan do’a kami. Amiin.

Daftar Pustaka

1. Zarkasyi Effendi, Khutbah Pilihan, Jakarta : 1979
2. Shihab Quraisy, Membumikan Al-Quran-Fungsi dan Peran Wahyu Dalam
Kehidupan Masyarakat, Jakarta : 1992, Hal. 320
3. Serial Khutbah Juma’t 146, Penerbit Ikatan Masjid Indonesia, Jl.
Kramat Raya No. 45, Jakarta 10450 : 1993, Hal : 26
4. Ulwan Nashih Abdullah, Pedoman Anak Dalam Islam, Penerbit CV. Asy
Syifa, Semarang,1993, Hal.41,97,98.
5. Shihab Ali, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW; Kita Mengukuhkan
Persatuan dan Kerukunan Hidup Beragama, Jakarta : 1994
6. Jauhari Boy, Adil Itu Indah, Al-Qalam,Yayasan Pondok Pesantren
Hidayatullah, Surabaya : 1996
7. Sunarto Achmad, Himpunan Khutbah Jum’at Teladan; Yayasan Amanah,
Tuban, 1997, Hal. 475
8. ‘Ukasyah Ummu, Pemimpin Sejati, Artikel Serial Khutbah Jum’at 196,
1997
9. Djadi Rusdi Ibnu, Khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1430 H 21-22 September
2009, di Musollah Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Mola.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: