Sengketa Internasional


PERTEMUAN KESEBELAS DAN KEDUABELAS

Standar Kompetensi    : 5.    Menganalisis system hukum dan peradilan internasional

Kompetensi Dasar       : 5.2  Menjelaskan penyebab timbulnya sengketa internasional dan

cara Penyelesaian oleh mahkamah internasional

I.  INDIKATOR  :

  1. Menyebutkan pengertian sengketa internasional
  2. Menjelaskan  sebab timbulnya sengketa internasional
  3. Menjelaskan cara penyelesaian sengketa internasional
  4. Menguraikan prosedur atau mekanisme penyelesaian sengketa internasional

II. TUJUAN  PEMBELAJARAN

Pada pertemuan ini siswaharus mampu :

  1. Menyebutkan pengertian sengketa internasional
  2. Menjelaskan  sebab timbulnya sengketa internasional
  3. Menjelaskan cara penyelesaian sengketa internasional
  4. Menguraikan prosedur atau mekanisme penyelesaian sengketa internasional

III.  MATERI  PEMBELAJARAN  :

  1. A.   Sengketa Internasional
  1. 1.        Pengertian Sengketa Internasional

Sengketa internasional (International despute), adalah perselisihan yang terjadi antara Negara dengan Negara, Negara dengan individu-individu, atau Negara dengan lembaga internasional yang menjadi subyek hukum internasional.

  1. 2.        Sebab-sebab sengketa internasional

1)  Sengketa terjadi karena masalah Politik

Hal ini terjadi karena adanya perang dingin antara blok barat (liberal membentuk pakta pertahanan NATO) dibawah pimpinan Amerika Serikat dan blok Timur (Komunis membentuk pakta pertahanan Warsawa) dibawah pimpinan Uni Sovyet/ Rusia. kedua blok ini saling memeperluas pengaruh ideologi dan ekonominya di berbagai negara sehingga banyak negara yang kemudian enjadi korban. contoh kore yang terpecah menjadi dua, yaitu Korea Utara dengan paham komunis dan korea selatan dengan paham liberal

2)  Karena batas wilayah

hal ini terjadi karena tidak adanya kejelasan batas wilayah suatu negara dengan negara lain sehingga masing-masing negara akan mengklaim wilayah perbatan tertentu. contoh : Tahun 1976 Indonesia dan Malaysia yang memperebutkan pula sipadan dan ligitan dan diputuskan oleh MI pada tahun 2003 dimenangkan oleh malaysia, perbatasan kasmir yang diperebutkan oleh india dan pakistan.

Selain itu sengketa internasional pun terjadi karena hal berikut :

1)      Salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya dalam perjanjiann internasional.

2)      Perbedaan penafsiran mengenai isi perjanjian internasional

3)      Perebutan sumber-sumber ekonomi

4)      Perebutan pengaruh ekonomi, politik, atau keamanan regional dan internasional.

5)      Adanya intervensi terhadap kedaulatan Negara lain.

6)      Penghinaan terhadap harga diri bangsa.

  1. 3.        Penyelesaian sengketa internasional

Ada dua cara penyelesaian segketa internasional, yaitu secara damai dan paksa, kekerasan atau perang.

  1. Penyelesaian secara damai, meliputi :
    1. Arbitrase, yaitu penyelesaian sengketa internasional dengan cara menyerahkannya kepada orang tertentu atau Arbitrator, yang dipilih secara bebas oleh mereka yang bersengketa, namun keputusannya harus sesuai dengan kepatutan dan keadilan ( ex aequo et bono).

Prosedur penyelesaiannya, adalah :

  1. Masing-masing Negara yang bersengketa menunjuk dua arbitrator, satu boleh berasal dari warga negaranya sendiri.
  2. Para arbitrator tersebut memilih seorang wasit sebagai ketua dari pengadilan Arbitrase tersebut.
  3. Putusan melalui suara terbanyak.
  4. Penyelesaian Yudisial, adalah penyelesaian sengketa internasional melalui suatu pengadilan internasional dengan memberlakukan kaidah-kaidah hukum.
  5. Negosiasi, tidak seformal arbitrase dan Yudisial. Terlebih dahulu dilakukan konsultasi dan komunikasi agar negosiasi dapat berjalan semestinya.
  6. Jasa-jasa baik atau mediasi, yaitu cara penyelesaian sengketa internasional dimana Negara mediator bersahabat dengan para pihak yang bersengketa, dan membantu penyelesaian sengketanya secara damai. Contoh Dewan Keamanan PBB dalam penyelesaian konplik Indonesia Belanda tahu 1947. Dalam penyelesaina dengan Jasa baik pihak ketiga menawarkan penyelesaian, tapi dalam Penyelesaian secara Mediasi, pihak mediator berperan lebih aktif dan mengarahkan pihak yang bersengketa agar penyelesaian dapat tercapai.
  7. Konsiliasi, dalam arti luas adalah penyelesaian sengketa denga bantuan Negara-negara lain atau badan-badan penyelidik dan komite-komite penasehat yang tidak berpihak. Konsiliasi dalam arti sempit, adalah suatu penyelesaian sengketa internasional melalui komisi atau komite dengan membuat laporan atau ussul penyelesaian kepada pihak sengketa dan tidak mengikat.
  8. Penyelidikan, adalah biasanya dipakai dalam perselisioshan batas wilayah suatu Negara dengan menggunakan fakta-fakta untuk memperlancar perundingan.
  9. Penyelesian PBB, Dididrikan pada tanggal 24 Oktober 1945 sebagai pengganti dari LBB (liga Bangsa-Bangsa), tujuan PBB adalah menyelesaikan sengketa internasional secara damai dan menghindari ancaman perang.
  1. Penyelesaian secara pakasa, kekerasan atau perang :
    1. Perang dan tindakan bersenjata non perang, bertujuan untuk menaklukkan Negara lawan dan membebankan syarat penyelesaian kepada Negara lawan.
    2. Retorsi, adalah pembalasan dendam oleh suatu Negara terhadap tindakan – tindakan tidak pantas yang dilakukan Negara lain. Contoh menurunkan status hubungan diplomatic, atau penarika diri dari kesepakatan-kresepakatan fiscal dan bea masuk.
    3. Tindakan-tindakan pembalasan, adalah cara penyelesaian sengketa internasional yang digunakan suatu Negara untuk mengupayakan memperoleh ganti rugi dari Negara lain. Adanya pemaksaan terhadap suatu Negara.
    4. Blokade secara damai. Adalah tindakan yang dilakukan pada waktu damai, tapi merupakan suartu pembalasan. Misalnya permintaan ganti rugi atas pelabuhan yang di blockade oleh Negara lain.
    5. Intervensi (campur tangan),adalah campur tanagn terhadap kemerdekaan politik tertentu secara sah dan tidak melanggar hukum internasional. Contohnya :
      1. Intervensi kolektif sesuai dengan piagam PBB.
      2. Intervesi untuk melindungi hak-hak dan kepentingan warga negaranya.
        Pertahanan diri.
      3. Negara yang menjadi obyek intervensi dipersalahkan melakukan pelanggaran
        berat terhadap hukum internasional.
    6. 4.        Prosedur atau mekanisme penyelesaian sengketa internasional

Mahkamah Internasional (MI) merupakan salah satu badan perlengkapan PBB yang berkedudukan di Denhag (Belanda). MI memiliki 15 orang hakim yang dipilih dari 15 negara dengan masa jabatan 9 tahun. Selain memberikan pertimbangan hukum kepada Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB MI pun bertugas untuk memeriksa dan menyelesaikan perselisihan-perselisihan yang diserahkan kepadanya. dalam mengadili suatu perara MI berpedoman pada Traktat-traktat dan kebiasaan -kebiasaan Internasional.

Prosedur Penyelesaian Kasus HAM Internasional

Penyelesaian kasus pelanggaran HAM oleh mahkamah internasional dapat dilakukan  melalui prosedur berikut :

  1. Korban pelanggaran HAM dapat mengadukan kepada komisi tinggi HAM PBB atau melalui lembaga HAM internasional lainnya.
  2. pengaduan ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan.
  3. dengan bukti-bukti hasil penyelidikan dan penyidikan proses dilanjutkan pada tahap peradilan, dan jika terbukti maka hakim MI akan menjatuhkan sanksi.

4 Tanggapan

  1. Ass,,, pak, sebenarnya individu termasuk sebyek hukum internasional tidak? itu kasusnya Satinah yang akan dieksekusi hukuman pancung,, apakah kasus tersebut merupakan sengketa internasional?? itu kan pidana,, tapi ujung-ujungnya kan ke perdata juga… terima kasih… wassalam..

    Suka

    • Wassalam. Individu merupakan salah satu subjek hukum internasional. dalam hal ini individu dapat melakukan persetujuan-persetujuan (hukum perdata) yang bersifat transnasional yang kemudian terikat dengan persetujuan tersebut (pact sun servanda) dan individu pun terikan dengan adanya asas2 hukum internasional kebangsaan, teritorial maupun kepentingan umum yg diakui oleh sustu negara. “Kasus pidana yang ujung2nya perdata” : mungkin yang dimaksud adalah hekuman pancung tersebut dapat digantikan dengan denda berupa sejumlah nilai uang. dslam hukum pidana dikenal beberapa jenis sanksi yang salah satunya adalah denda (diyat dalam hk islam), sehingga tidak bisa dikatakan pembayaran denda oleh terdawa atau pemerintah negaranya adalah masuk dalam wilayah hukum perdata, tetap pidana dengan bentuk sanksi denda.

      Suka

  2. Ass…..
    Pak,,,Bagaimana sebuah putusan pengadilan asing terkait sengketa internasional…..??

    Suka

    • Sengketa internasional merupakan sengketa yang terjadi antara subjek hukum internasional, salah satunya adalah sengketa antar negara. Penyelesaian sengketa internasional biasanya diselesaikan oleh kedua negara yang bersengketa dengan cara-cara damai seperti mediasi, arbitrasi dan yg lainnya. Lembaga pengadilan yang berwenang menyelesaiakn sengketa internasional adalah Mahkamah Internasional, baik mahkamah pidana maupun perdata, sedangkan pengadilan negara lain (pengadilan asing – “sesuai dengan pertanyaan di atas”) sedikitpun tidak memiliki kewenangan dalam menyelesaikan sengketa internasional. terima kasih

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: