Ust. Muhammad Yusuf : Remaja, sang Pemimpin Masa Depan


1MAN Kalabahi (Inmas)  – “Remaja hari ini merupakan pemimpin masa depan, remaja merupakan generasi penerus bangsa, di era globalisasi yang serba terbuka remaja perlu mendapatkan perhatian serius dari semua lapisan masyarakat, orang tua, guru dan pemerintah. Kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual merupakan syarat pokok bagi remaja dalam menempuh masa depan bangsa yang gemilang. Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya merupakan tugas guru di sekolah tetapi menjadi tugas kita semua, orang tua, masyarakat dan pemerintah termasuk kita para ustadz dan Da’i. Demikian yang disampaikan oleh Ustad Muhammad Yusuf, pengasuh pondok pesantren alternative Ambarawa – Semarang dalam kegiatan silaturahmi bersama siswa MAN Kalabahi selepas shalat Dhuhur berjama’ah di Musholla Darul Ilmi MAN Kalabahi pada kamis kemarin (23/1/2014).

Keadaan cuaca yang tidak bersahabat, dan kondisi ruangan mushollah yang tidak memadai tidak menjadi penghalang bagi para siswa untuk menghadiri kegiatan silaturahmi tersebut.

Kunjungan silaturahmi bersama para siswa ini sengaja dilakukan karena mengingat belakangan ini banyak terjadi peristiwa “luar biasa” di kalangan remaja yang sangat memukul perasaan dan menghantui pikiran masyarakat kabupaten alor khususnya para orangtua, mulai dari maraknya konsumsi minuman keras, perjudian, perkelahian, perilaku asusila/pornografi/free sex  sampai pada tindak pidana dan kejahatan, pembunuhan terhadap orang tua – naudzubillahimindzalik– dan perilaku –perilaku penyimpangan lainnya terjadi begitu saja dihadapan kita.

Dalam acara silaturahmi tersebut pengasuh Pondok Pesantren Alternatif Ambarawa ini mengingatkan kepada kita bahwa iman, ilmu dan akhlak merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan dari dalam diri kita. Dengan iman hidup menjadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah dan dengan akhlak hidup menjadi indah.

Keimanan merupakan lentera sebagai petunjuk bagi kita ke mana kita harus melangkah, dengan bekal iman kita merasa selalu diwaspadai, kita selalu diawasi oleh Sang Pencipta sehingga kita akan selalu mawas diri dalam mengerjakan semua aktifitas kehidupan. Ilmu diibaratkan sebagai alat yang digunakan untuk menyalakan lentera keimanan, dengan ilmu kita menjadi mudah untuk mangayunkan langkah dalam mengarungi kehidupan dunia ini sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, sedangkan akhlak merupakan pola tingkah dan perilaku kita yang baik, dengannya kehidupan ini akan harmonis, dengannya keindahan dan kedamaian selalu ada dalam diri kita, keluarga kita, dan masyarakat serta bangsa kita.

Di akhir pertemuan beliau menitipkan beberapa hal kepada segenap civitas MAN Kalabahi, yaitu : pertama, dirikanlah shalat karena shalat merupakan sesuatu yang pertama kali akan ditanya; kedua, hargai dan hormatilah para orang tua dan guru, karena surga berada di bawah telapak kaki mereka; ketiga, mintailah doa dan restu mereka karena doa mereka selalu didengar dan dikabulkan insya Allah kita akan dimudahkan dalam segala urusan di dunia ini; keempat, binalah persataun dan kesatuan karena dengannya hidup ini akan tentram; kelima, jadikanlah madrasah ini sebagai sarana pembinaan dan peningkatan iman, ilmu dan akhlak mulia. Amanat tersebut diakhiri dengan penyerahan sebuah Tafsir Al Quranul Karim kepada Pihak Madrasah sebagai symbol bahwa ajarkanlah Al Quran ini kepada para siswa karena di dalamnya terdapat sumber-sumber kehidupan dunia dan akhirat.*HK*

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: