Komisioner KPUD Kab. Alor hadiri Pemilihan OSIM MAN Kalabahi

Jpeg

Jpeg

Demokrasi Pancasila merupakan bentuk demokrasi yang mejunjung tinggi keseimbangan antara hak dan kewajiban. Demokrasi Pancasila diberlakukan di Indonesia sejak tahun 1968 yang berlandaskan pada Ketetapan MPRS No. XXXVI/MPRS/1968. Salah satu prinsip demokrasi pancasila adalah pelaksanaan pemilu secara berkala dengan dilandasi prinsip Luber dan Jurdil.

Sebagai generasi penerus bangsa para siswa harus dibekali dengan nilai-nilai positif dalam pelaksanaan pemilihan umum. Para siswa harus disadarkan bahwa pemilu bukan sekedar memilih pemimpin, lebih dari itu pemilu berarti proses penentuan masa depan bangsa dan negara selama lima tahun ke depan. Pemilu juga tidak berarti memilih siapa yang kita sukai dan meninggalkan calon yang tidak disukai, namun pemilu berarti memilih pemimpin dengan melihat intelegensi kemampuan pasangan calon dari tiga aspek kecerdasan, yaitu Kecerdasan intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spritual (SQ).

Pemilihan OSIM MAN Kalabahi yang diselenggarakan pada senin (31/10/2016) menampilkan empat calon pasangan yang terdiri dari 1) Nazamudin – Annisa ( NAZANI), 2) Kadarisman – Nabila (KANA), 3) Harsono – Jumriah (HAJRUM, dan,  4) Virgiawan – Winda (VIWIN).Jpeg

Jpeg

Dalam Sambutannya Pembina OSIM MAN Kalabahi, Abdullah Likur, M.Ag menghimbau kepada seluruh siswa agar dapat menjalankan proses demokrasi ini dengan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kebersamaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Pemantau dari unsur OSIS SMA se-kota Kalabahi dan tiga Anggota Komisioner KPUD Kab. Alor yang dikoordinir oleh Oktovianus S. Manehan, S.Sos.

Jpeg

Jpeg

Dalam sambutannya Okto memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Keluarga Besar MAN Kalabahi karena menjadikan KPUD Kab. Alor menjadi mitra dalam mensosialisasikan program-program pemerintah yang berkaitan dengan pelaksanaan Pemilihan Umum di lingkungan Madrasah. Pelaksanaan pemilihan harus menjunjung nilai etika. Pemilu yang syarat dengan pelanggaran hukum, money politic, saling fitnah antar para pendukung yang berakhir dengan terjadinya konflik social horizontal harus menjadi pelajaran berharga bagi kita dalam menghadapi pelaksanaan pemilu mendatang.

Harapannya semoga proses pemilihan ketua OSIM MAN Kalabahi ini dapat memberikan warna tersendiri dalam menciptakan calon-calon pemimpin masa depan yang lebih berkualitas.***(HK)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: